Abstract & Overview
Pengetahuan gizi yang baik berperan penting dalam mendorong perilaku konsumsi makanan sehat, terutama di masyarakat perkotaan yang memiliki akses luas terhadap informasi dan ketersediaan pangan. Namun, gaya hidup praktis sering membuat masyarakat lebih memilih makanan cepat saji meskipun menyadari risikonya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi makanan sehat pada masyarakat dewasa di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel sebanyak 100 responden dipilih melalui purposive sampling dengan kriteria usia ≥18 tahun dan berdomisili di Kota Medan. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pengetahuan gizi dengan perilaku konsumsi makanan sehat. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,841, t-statistik 22,303, dan signifikansi 0,000 (p < 0,05) membuktikan bahwa semakin tinggi pengetahuan gizi seseorang, semakin baik perilaku konsumsi makanan sehat yang diterapkan. Meski demikian, faktor keterbatasan waktu, lingkungan sosial, dan gaya hidup praktis masih memengaruhi penerapan perilaku sehat di lapangan. Temuan ini mendukung teori Health Belief Model dan PRECEDE-PROCEED, serta menekankan perlunya edukasi gizi yang bersifat aplikatif dan kontekstual agar mampu mengubah perilaku konsumsi masyarakat perkotaan secara efektif.